Berita Terkait Hukum

  • Kamis, 15/02/2024 23:25 WIB Kategori Hukum Apresiasi Tinggi, Kapolri dan Panglima TNI Makan Siang Bersama Personel Pengamanan Pemilu 2024  Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menunjukkan apresiasi mereka kepada personel gabungan TNI-Polri yang bertugas mengamankan Pemilu 2024. Hal ini ditunjukkan dengan makan siang bersama di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat pada hari Rabu (14/5).“Saya bersama dengan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan melaksanakan makan siang bersama
  • Rabu, 10/01/2024 18:23 WIB Kategori Hukum Haris Azhar dan Fatia Divonis Bebas Tuntutan Jaksa Tidak Terbukti  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur memberikan vonis bebas kepada Haris Azhar dan Fatia Maulidayanti karena tidak terbukti melakukan pencemaran nama baik terhadap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan."Memutuskan, menyatakan terdakwa Haris Azhar tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah," ucap Hakim Ketua Cokorda Gede Arthana di
  • Selasa, 21/11/2023 21:21 WIB Kategori Hukum Sultan HB X Ingatkan Perangkat Desa Netral pada Pemilu 2024 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan seluruh perangkat desa di wilayahnya memegang komitmen untuk bersikap netral pada Pemilu 2024. "Yang penting semua bisa melaksanakan dan konsisten untuk memegang kesepakatan kita bersama," kata Sultan seusai deklarasi pemilu damai di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (21/11). Komitmen tersebut
  • Jumat, 10/11/2023 00:49 WIB Kategori Hukum Wamenkumham Eddy Hiariej Tersangka Kasus Gratifikasi Perusahaan Tambang Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), Edward Omar Sharif Hiariej, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi sebagai pejabat negara.KPK belum memerinci kasus yang membelit Eddy Hiariej, sapaan akrab Edward Omar Sharif Hiariej. Namun berdasarkan informasi yang digali wartawan, Eddy Hiariej diduga menerima gratifikasi senilai Rp7 miliar terkait dengan permintaan bantuan
  • Selasa, 31/10/2023 18:48 WIB Kategori Hukum Dadan Tri Yudianto di Dakwa Terima Rp11,2 Miliar Dalam Kasus Suap MA Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Komisaris Wika Beton Dadan Tri Yudianto menerima uang sejumlah Rp11,2 miliar dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung.Jaksa mengatakan bahwa Dadan Tri Yudianto menerima uang miliaran rupiah tersebut dari debitur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana Heryanto Tanaka yang ketika itu sedang berperkara di

Pages