Senin, 28/01/2019 21:35 WIB
Penulis: Drs Jannus Panjaitan/ Pemred
Jakarta - Eltrapost,
Selanjutnya Pak Toni berkata, seandainya harga rokok tidak semahal sekarang Saya mungkin sudah punya rumah sederhana, pengeluaran terbesar rumah tangga saya adalah untuk menutupi kebutuhan rokok, bayangkan dua bungkus perhari. Merokok ini tidak mungkin Saya hentikan, berhenti merokok akan menjadikan hidup saya sepi dan tidak bergairah, akhirnya akan malas kerja. ( Jannus P)
Si Cantik Boru Panjaitan Boru ni Bapa Nalagu Caleg DPR RI Dari Jakarta Timur
Jakarta - Eltrapost, Hore - hore – hore Penyanyi terkenal di era tahun 1980, si cantik Cristina Natalia Panjaitan mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar, no urut 3, dapil Jakarta Timur. Pencalonannya ini menggemparkan dan menggembirakan bagi turunan Tuan Di Bangarna di wilayah Jakarta Timur dan mereka akan berjuang untuk memenangkan Boru ni bapa na Lagu ini agar dapat kursi di Senayan.
Umumnya masyarakat dari suku Batak di Jabotabek yang terkejut mengetahui Cristine Panjaitan ini menjadi calon DPR RI, karena artis yang sukses ini tidak pernah namanya terdengar di hingar bingarnya perpolitikan nasional, tetapi walaupun kabar itu mengejutkan mereka senang dan akan berjuang untuk memenangkannya nanti. Adapun alasan mereka memilihnya adalah, Cristina Natalia Boru Panjaitan adalah simbol boru batak yang cantik, terkenal, dan sukses tetapi dia tetap Boru Ni Raja karena dia selalu menjaga kehornatannya, jadi pantas dia disebut Boru Ni Bapa Nalagu.
Menurut Amos Situmorang salah satu warga di Ciracas Jakarta Timur yang banyak pergaulan di berbagai kalangan masyarakat, mengatakan, Orang Batak sangat Bangga memiliki Cristina Panjaitan, karena dia sudah dianggap simbol Putri Batak yang sukses tetapi tetap sanggup menjaga kehormatannya padahal dia hidup di dunia hiburan kelas atas yang sangat banyak godaan, dan Cristina menjadi acuan bagi masyarakat umum di negeri ini, putri batak ada juga yang cantik.
Selanjutnya Pak Situmorang berkata, memang benar sebagai politisi dia belum berpengalaman, tapi saya menduga Pak Luhut B Panjaitan yang mengkader Cristin menjadi politisi besar di negeri ini, dan kemungkinan akan dipromosikan menjadi boru batak pertama yang akan menjadi Menteri di kabinet Jokowidodo jilid dua, jika pasangan Joko Widodo-Maruf Amin memenangkan Pilpres april 2019 nanti. Syaratnya Cristina harus mampu mendapat kursi dari dapil Jakarta Timur.
Nanti dipemilihan legeslatip saya dan keluarga pasti memilih boru ni tulang ini untuk DPR RI dan juga akan mengajak teman-teman yang lain untuk ikut serta memilihnya, Saya memanggil Cristina Panjaitan sebutan pariban karena Ibu Saya, dan Ompung Saya boru Manullang ujar Amos.
Selanjutnya Amos berkata, sebagai penyanyi Cristina telah berhasil mewarnai dunia tarik suara Indonesia, yakni, dengan suaranya yang lembut dan merdu serta nada tinggi khas penyanyi batak umumnya. Jadi untuk dunia politik juga Saya mengharapkan dia harus mampu memberi ciri tersendiri supaya jangan dibilang orang ikut – ikutan saja meramaikan perpolitikan nasional, bagaiman caranya terserah dia.
Sebagai usul kata Pak Amos, Cristina diminta mengkempanyekan agar harga rokok diturunkan terutama rokok untuk kalangan menengah kebawah. Rokok benar tidak menyehatkan para perokok, tapi merokok adalah Hak, rokok bagi masyarakat Indonesia adalah bagian pelengkap dari pada acara Adat, sudah umum untuk ziarah ke kuburan orang tua dan moyangnya masyarakat penziarah mempersembahkan rokok ke roh leluhurnya atau orang tuanya. Jadi rokok disamping kesenangan juga bagian penting dari adat masyarakat, jadi tidak perlu harga rokok mahal sampai mencekik leher.
Harga rokok sekarang diduga sudah mencapai sepertiga dari pengeluaran rutin rumah tangga masyarakat bawah, padahal dikalangan masyarakat ini persentasenya perokoknya yang terbesar, jadi boleh dikatakan, APBN sekarang ini adalah sumbangan orang miskin atau kalangan bawah karena sepertiga APBN berasal dari cukai dan pajak rokok, ini sangat ironis dalam hidup berbangsa dan bernegara, ujar Amos Situmorang mengakhiri perbincangan melalui HP pada jumat 25 Januari 2019 yang lalu.
Dilain tempat, di wilayah Jakarta Timur di kelurahan Pinang Ranti kecamatan Makasar media ini menghubungi Ketua GAWARIS BERSATU ( Gabungan Wartawan RI Bersatu), Handy Pangaribuan, dia mengatakan, sangat terkejut melihat spanduk pencalonan pariban Saya Cristina N Panjaitan menjadi calon DPR RI dari partai Golkar dengan nomor urut 3 karena selama ini namanya tidak pernah terdengar di percaturan politik nasional. Tetapi Saya yakin Pariban ini telah mempersiapkan dengan matang pencalonannya, dan Cristina tepat memilih Jakarta Timur sebagai dapilnya karena diperkirakan ada sekitar 500.000 penduduk dari suku batak berdomisili di Jakarta Timur.( Red, Pak Handy, Ibu dan Istrinya boru Panjaitan)
Saya sependapat dengan Pak Amos Situmorang yang mengatakan Pariban ini adalah Boru Ni Bapak Na Uli larena dia memang cantik dan Boru Ni Bapa Na Lagu karena mampu membawakan citra perempuan Batak ke tingkat Nasional dan Internasional sebagai Boru Ni Raja. Ini adalah modal Dia terbesar untuk meraup suara orang Batak, tapi modal besar itu harus diperjuangkan dengan serius.
Selanjutnya Handy Pangaribuan berkata, sebagai politisi dia harus mampu mewarnai perpolitikan nasional dengan memperjuangkan Hak-Hak rakyat agar diperhatikan pemerintah sehingga masyarakat pemilih semangat memilihnya. Salah satu contoh yang Saya minta untuk diperjuangkan oleh Cristina adalah agar pemerintah menurunkan harga rokok karena harganya sudah selangit, dan rokok menjadi pengeluaran terbesar di kalangan masyarakat bawah, ini pembunuhan perlahan-lahan kepada masyarakat bawah, dan juga membatasi pergaulan masyarakat karena harga rokok sangat mahal.
Saya meminta agar Cristina serius memperjuangkan penurunan harga rokok ini agar masyarakat bawah mudah diarahkan untuk memilihnya. Rokok adalah bagian dari upacara adat dan kebutuhan masyarakat bawah harganya harus dapat dijangkau masyarakat, di hukum Indonesia tidak ada larangan untuk merokok karena itu adalah Hak Azasi Masyarakat, dan bagi Masyarakat kelas bawah merokok adalah satu-satunya kenikmatan yang bisa dinikmatinya di kala dia pusing di dalam kehidupannya.
Sebagai ketua GAWARIS BERSATU Saya mengharapkan Boru Panjaitan yang cantik ini mengundang khusus para wartawan Batak yang ada di Jakarta Timur untuk memperkenalkan misi-misinya, agar teman-teman juga ikut membantu, jangan seperti banyak caleg DPR RI dan DPRD yang calon di Jakarta, belum apa-apa sudah terlihat KKN, sebagai contoh rata-rata Caleg bikin media sendiri, inji caleg atau pemilik media. Teman-teman wartawan mengatakan caleg seperti ini belum menang sudah ingin menjarah seluruh bidang, kalau dia menang nanti dia akan mendirikan banyak CV dan menender proyek-proyek pemerintah, bikin kantor pengacara dll. Dan juga Handy mengatakan, si caleg itu sebenarnya diolah beberap teman agar mau mencetak koran padahal korannya hanya disebarkan puluhan lembar sisanya yang ribuan exlempar di jual perkilo ke pasar loak, Ujarnya mengakhiri perbincangan.
Salah satu masyarakat yang diwawancarai tetapi tidak bersedia namanya disebut kecuali nama samaran ,yakni, Pak Toni di daerah Cipayung Jakarta Timur, profesinya montir bengkel. ditemui pertengahan januari 2019, Dia tidak senang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang selalu menaikkan harga rokok melambung tinggi setiap Dia menjadi menteri keuangan, kebijakannya itu menjadikan masyarakat bawah hancur-hancuran menjalani kehidupan rumah tangga dan sosialnya.
