Minggu, 03/03/2019 20:16 WIB

Pekerja-Pekerja Kafe dan Bar Di Jakarta Timur Mendukung Misi Cristina Panjaitan Menjadi Anggota DPR RI

Penulis: Drs Jannus Panjaitan/Pemred, Riston Samosir
Jakarta - Eltrapost,

Pekerja-pekerja informal di wilayah Jakarta Timur sangat mendukung Visi dan Misi Cristina Panjaitan calon anggota DPR RI no urut 3 dari Partai Golkar dari pemilihan Jakarta Timur. Alasan pekerja informal adalah karena Cristina jika telah duduk di kursi DPR RI akan memperjuangkan kaum perempuan dari penindasan atau ketidakadilan.

Salah satu ketidakadilan bagi pekerja informal yang sering terjadi adalah minimnya gaji yang mereka terima, umumnya gaji yang mereka terima jauh dari UMP Prov DKI Jakarta, terutama bagi Perempuan yang bekerja di Hiburan malam seperti pekerja perempuan di PUB dan Kafe, Asisten Rumah Tangga, pekerja di Swalayan-Swalayan, juga pekerja di Pom Bensin-Pom Bensin. Mereka sebenarnya mengetahui besaran gaji UMP Provinsi DKI Jakarta tetapi mereka tidak mungkin menuntut itu karena resikonya besar pada dirinya jika dituntut ke majikannya.

Melihat spanduk calon DPR RI, artis besar nan cantik Cristina Panjaitan yang sudah mulai marak di pajangkan diberbagai lokasi di wilayah Jakarta Timur para pekerja malam sangat gembira membaca misi Cristina yang akan memperjuangkan Hak-Hak mereka yang selama ini diperkosa para majikannya. Mereka akan memilihnya di april mendatang dan mengharap Cristina nanti dipilih teman-teman mereka juga agar nasib mereka sebagai pekerja malan dapat diperjuangkan di DPR RI nantinya.

Dari tiga orang pekerja hiburan malam yang sempat diwawancarai media di tiga Kafe di wilayah Jakarta timur umumnya mereka takut untuk memberi komentar atau dukungan mereka, umumnya mereka takut majikannya marah dan memecat pemberi komemtar, tapi dengan merayu mereka agar bersedia memberi komentarnya agar hak-hak mereka didengar pemerintah Prov DKI Jakarta, dan media ini berjanji merahasiakan nama mereka barulah bersedia memberi tanggapan.

Yanti nama samaran salah satu ketua kelompok pekerja malam asal Jawa Tengah, dia bekerja di Kafe didaerah kecamatan Makasar, mengatakan, Kami sebenarnya tidak mendapat gaji tetap dari pemilik Kafe yang ada hanya diberi ongkos bensin Rp 25.000,00 (Duapuluh lima ribu rupiah) setiap kehadiran, penghasilan mereka adalah pemberian tip dari tamu dan persentase penjualan minuman tamu. Jlika ingin mendapat penghasilan yang besar mereka harus bisa menggaet tamu yang berduit menjadi tamu tetap mereka, itulah sebabnya kami menggunakan tenaga supra natural untuk memikat para tamu. Dalam melayani tamu kami tidak peduli tamu itu Akik-Akik yang penting berduit dan loyar memberi tip, ujarnya mengakhiri, Sabtu 2/3/ 2019 yang lalu.

Dilain tempat, hari yang sama, di Kafe/Pub di kecamatan Makasar, media ini mewawancarai salah satu pekerja Kafe yang bernama Tina nama samaran nama Kafenya XX juga nama samaran, cerita Tina tidak jauh dari Yanti karena umumnya metode perekutan dan kerjasama antara pekerja malam dan pemilik Kafe atau mereka panggil BOS tidak berbeda, ujar Tina, Saya Mas sudah puluhan tempat kafe tempat saya bekerja, benar Kami tidak mendapat gaji bulanan tetap, sama semua pekerja kafe mereka mendapat penghasilan adalah persentase dari penjualan yang hasilnya satu bulan paling besar dua juta rupiah, penghasilan terbesar adalah pemberian tip dari tamu. Agar dapat penghasilan besar harus dapat menggaet tamu-tamu berduit menjadi pelanggan tetap kalau bisa tamu itu menjalin hubungan gelap dengan kami. Karena ketatnya persaingan umumnya Kami harus menjadi pasien beberapa orang pintari, ujarnya mengakhiri.

Hal yang sama juga dikatakan Rini nama samaran di Kafe terkenal di kecamatan Cipayung kita sebut nama Kafenya SS nama samaran. Kafe ini sudah terkenal dan Bosnya sudah Kaya raya tapi namanya pekerja Kafe Mas, ujarnya memulai perbincangan, nasibnya sama dan penghasilan terbesar adalah benar dari tamu yang royal memberu tip, kalau gaji pasti tidak ada. Kita diterima saja di Kafe ini sudah bersyukur karena kebetulan Kafe ini ramai pengunjungnya, dan Kami biasanya enam bulan bisa bekerja disini, karena setiap enam bulan kafe ini merekut pekerja baru dan kami dipecat tanpa ada pesangon karena memang tidak mendapat gaji.

Jika Mbak Cristina Panjaitan serius memperjuangkan kaumnya Saya sangat senang dan suara saya dan teman-teman akan digiring memilih artis cantik ini agar nanti nasib Kami ada perubahan, kalau bisa juga agar Gubernur Prov DKI Jakarta membuat kos-kosan untuk pekerja hiburan dengan pembayaran sebesar tiga ratus ribu perbulan. Saya harap nanti Artis cantik ini jika terpilih menjadi anggota DPR RI juga harus memperjuangkan harga rokok harus diturunkan. Harga rokok yang Pas baginya adalah Rp 15.000,00 ( Lima belas ribu perbingkus) maklum Mas para pekerja malam minimal menghabiskan dua bungkus rokok Sampurna Mild perhari, ujarnya mengakhiri minggu 3/3/ 2019. (Jannus P/Riston S)