Jumat, 20/05/2016 20:54 WIB

KEPALA UNIT BRI BANTAR GEBANG CABANG BEKASI PERLU DIAWASI KINERJANYA DALAM MEMBERI KREDIT KUR AGAR TEPAT SASARAN

Penulis: Drs Jannus Panjaitan/ Pemred
Bekasi - Eltrapost,
   
    Menteri Keuangan dan Menteri Koperasi $ UKM agar mengawasi kinerja Kepala Unit BRI Bantar Gebang agar Kredit Usaha Rakyat yang dititip Pemerintah untuk diberikan ke Usaha Mikro, Kecil, dan Mengah tepat sasaran.

    Pernyataan diatas adalah kritikan media ini atas kinerja mereka yang diduga berusaha menghalang – halangi permohonan masyarakat tentang KUR agar tidak diurus masyarakat, dengan cara membuat managemen penghalangan menggunakan SATPAM jadi HUMAS KA.UNIT.

    Media ini pada senin 16 Mei 2016 melayangkan surat permohonan masyarakat untuk mendapt kredit Usaha, dimana Usaha pemohon mengalami laju perlambatan karena kurang Modal.

    Sebelumnya pengusaha ini telah mendapat kredit sebesar Rp 15.000.000,00 ( Lima belas juta rupiah), dan cicilan pembayaran berjalan lancar, dimana posisi sekarang tinggal tiga kali angsuran lagi agar Lunas.
    Seperti ekonomi Nasional yang melambat, para UKM juga mengalami perlambatan ekonomi,oleh karena itu pengusaha ini meminta tolong kepada media ini agar membuat permohonan pengajuan kredit baru lagi agar Dia dapat dana segar untuk memperlancar usahanya, oleh media ini dibuat permohonan ke Kepala unit ini melalui surat.

    Jumat 20 Mei 2016 media ini mencek surat permohonan itu ke kantor unit tersebut, sekitar Jam 11.00 Wib ( Jam Kerja), disana diterima oleh Satpam bernama Dian Hendra, si Satpam ini menanyakan maksud media ini, oleh media diberitahu maksudnya sambil menyerahkan tanda terima surat, kemudian Satpam ini masuk kedalam, kira – kira 3 menit sudah datang lagi memberi tanda terima surat tersebut.

    Kepada Media ini staf sekuriti ini berbicara bagaikan Humas BUMN, mengatkan, berhubung yang menerima surat tidak disini dan pemimpinnya juga tidak ada dan semua pemasaran lagi ke lapangan jadi tidak ada yang mengetahui keberadaan surat tersebut, jika memang mau ketemu pimpinannya silahkan sore nanti datang.

    Sorenya sekitar jam 16.00 Wib Kita menemui Kantor Unit BRI Bantar Gebang ini, disana ketemu lagi dengan Staf Sekuriti ini, dan mengatakan dengan penuh percaya diri seluruh Pimpinannya sejak Pagi Kami datang sampai sore  tidak ada yang masuk kantor, alasannya lagi rapat di Cabang sampai jam 24.00 Wib Malam.

    Dari tata cara satpam ini yang telah dinilai sudah menjadi humas penolakan media ini, terpaksa media ini pulang tanpa mendapat informasi apapun tentang permohonan masyarakat tersebut.

Komentar Masyarakat

    Tata cara penanganan permohonan kredit masyarakat oleh KaUnit BRI Bantar Gebang ini adalah lagu lama yang selalu dikumandangkan pihak BANK penyalur kredit agar masyarakat tidak mendapat Dana kredit itu.

    Menurut Ketua PWRI Prov DKI Jakarta, Handy Pangaribuan, revolusi mental yang telah dicanangkan Pemerintah hampir tidak berjalan di daerah,  sehingga program percepatan ekonomi oleh Presiden pasti tidak tercapai karena di garda terdepan penyaluran kredit itu Mentalnya masih mental Lama, Bagaimana agar Masyarakat tidak kredit Usaha Tanpa Agunan itu.

    Agar Program kredit Usaha itu dapat berjalan lancar Pemerintah Pusat harus melakukan audit khusus di beberapa Unit BRI Kota Bekasi, karena di daerah ini banyak pengusaha kecil yang Pas-Pasan Modalnya, jika ditemukan penyimpangan harus segera di tangkap dan penjarakan kemudia diumumkan di Media – Media dan ditelususri harta para pejabatnya apakah sesuai dengan penghasilan resminya atau tidak.

    Saya yakin pasti akan banyak unit bermasalah jika dilakukan ini, dimana hampir seluruh masyarakat UKM jika Kita tanya tentang Kredit Usaha Rakyat itu, mereka umumnya menjawab, sangat sulit mendapat Dana itu.

    Jadi Kepada Pak Presiden Jokowid diminta agar melakukan sidak mendadak dulu ke Kota Bekasi, pasti akan menghasilkan efek jera bagi para penyalu KUR itu, kemudian jika menemukan penyimpangan segera di tangkap Kpenegak hukum untuk dihukum berat, ujarnya saat di minta komentarnya melalui HP. (Jannus P)