Senin, 15/06/2026 15:47 WIB
Penulis: Tim Red Eltrapost, Hotman Panjaitan, SE, Wakil Pem Umum, Drs Jannus Panjaitan, Pemred
Jakarta - Eltrapost,
Pertama Pemred media ini pergi ke Kantor ke Camatan Ciracas di Jl Bina Marga Ciracas, masuk ke kantor kecamatan lantai dua, disana ketemu staf Ibu – Ibu percis disamping kanan Pintu Masuk Kaca yang bagus bagaikan Pintu Masuk Istana Kerajaan, setelah ketemu disampaikan untuk mencek perjalan surat Kami yang diantar minggu lalu sambil menyerahkan surat tanda terima.
Setelah beberapa menit keluar dari ruang Sekcam seorang Ibu diduga pejabat Sekretaris Kecamatan, media berpikir mungkin Ibu ini nanti yang menemui dan menjawabnya ternyata dugaan itu meleset ternyata Ibu yang diduga pejabat Sekcam ini setelah beberapa menit keliling diberbagai lokasi staf kecamatan kembali masuk ke ruang kamar Sekcam.
Setelah beberapa menit Ibu yang diduga Sekcam itu masuk, ada seseorang lelaki tinggi besar masuk membuka pintu pakaian biasa masyarakat pakai sandal kulit mahal dan membawa bungkusan Media ini menyebut Mister X, disangka media ini bagian staf atau karyawan biasa atau teman – teman GOFOOD atau GRABFOOD yang mengantar barang pesanan staf, tapi tiba – tiba bertanya, Bapak apa keperluannya, media ini heran dan menjawab mau cek surat Bos, si Mister X ini berujar lagi udah kasikan saja ke Staf, media ini menjawab sudah Bos, surat itu sedang di cek oleh staf siapa yang mau menjawab, oh, kupikir hanya mengantar surat ternyata mau mencek surat yang telah dikirim dan kemudian Mister X ini masuk keruang staf yang menerima tanda surat media ini, yakni seorang Ibu.
Setelah berdiskusi beberapa menit dengan Ibu staf itu, Mister X ini dengan begitu percaya mendatangi Pemred media ini, surat Bapak sudah sampai ke Bendahara, nanti surat Bapak akan segera mungkin di jawab via surat, oh jawab media ini, karena Mister X ini tidak menyebut identitas dan jabatannya, menurut Pemred media ini didalam hati tidak perlu berdebat dengan Mister X ini, cukup mendengar keterangannya saja.
Seperampat jam setelah dari Kantor camat Ciracas, media ini pergi ke Kantor Cipayung dan naik kelantai dua ruang staf kecamatan, sebelum pintu ada meja penerima tamu, seorang Ibu Muda, staf ini dengan sopan menanyakan maksud Pemred media ini, setelah diutarakan maksud dan tujuan kemudia tanda terima surat diberikan ke Staf Ibu muda ini dia masuk ke ruang sekretaris kecamatan dan mempersilahkan media ini menunggu di kursi tunggu yang tersedia.
Setelah menunggu kira – kira 5 menit, datang seorang Lelaki yang berwibawa dan dengan sopan menemui Pemred media ini dan memperkenalkan diri sebagai Wakil Camat dari Kecamatan Cipayung, beliau mengatakan, telah membaca isi surat media ini, dan mereka sedang menyusun jawaban untuk membalas surat tersebut, jadi kami harus rapat dulu untuk membalasnya sehubungan surat media Bapak ditembuskan ke BPK Perwakilan Jakarta.
Karena yang datang pejabat, Pemred media ini meminta nomor beliau dan dengan senang hati Pak Beni ini memberikannya, kemudian ditanya ke Pak Beni, maaf Pak, Saya mau Tanya sedikit, berapa bendahara disini, jawaban Pak Wakil, ada satu dan dibantu dengan staf bendahara, jadi Pemred media ini meneruskan pertanyaan untuk memperjelas, berarti di kecamatan ini hanya satu orang yang menjawab Bendahara Penerima dan Pengeluaran, Pak Beni dengan sopan membenarkan, kemudian ditanya lagi Pak Beni, bias ditunggu jawabannya sekarang maksudnya ditunggu kira – kira 2 jam, Pak Beni mengatakan Pak Camat sedang tidak dikantor, okelah kata Pemred media ini, dan menggerutu sambil tertawa, pantasan tidak laku SMK Jurusan akutansi, di Prov DKI Jakarta saja yang anggaran Belanjanya salah satu Provinsi terbesar anggarannya di ASEAN hanya memiliki satu bendahara di kecamatan, sertifikatnyapun disangsikan tidak memiliki sesuai UU Perbendaharaan Negara.
Setelah dari Kantor Camat Cipayung itu Pemred media ini pergi ke warung di luar kecamatan karena sudah haus, karena cuaca panas dan tidak dapat minuman apa – apa dari kedua kantor kecamatan itu, di warung Kopi Pemred ini menggerutu, Prov DKI Jakarta dengan Anggaran luar biasa, lulusan SMK Akutansi, diploma Akutansi dari Perguruan tinggi jadi pengangguran padahal ada UU Perbendaharaan Negara yang mengatur agar mereka di tempatkan disana dengan gaji tinggi.
Ketika dikonfirmasikan via HP kepada seorang Pemred muda yang aktif menulis, dan sorotannya tajam bagaikan samurai menyoroti Pemerintahan Kota dan Kabupaten diberbagai Kota dan Kabupaten, Obor Panjaitan Pemred dari Media Online dan Koran “Obor Keadilan”, dia tertawa dan berkata, memang para Senior dilecehkan diam tidak marah tapi menulis tanpa emosi dan menarasikan dengan baik suatu kejadian tapi memiliki tujuan, dan tujuan itu seperti Drone serang dari Iran yang ditembakkan Pasukan IRGC ke Negara – Negara Teluk dan meledak dimana-mana.
Dari Narasi seperti keluhan ini Abangku, Kami para juniormu sudah paham kemana Drone ini mau ditembakkan, Badan Kepegawaian Prov DKI Jakarta Lalai, Sekda – Sekda Adm Kota Jakarta Lalai, DPRD – DPRD lalai, seluruh Camat dan Lurah Prov DKI Jakarta pasti wanti – wanti surat media dan LSM.
Jadi yang terakhir Saya Katakan, “ Hai para pejabat dan Instansi, lecehkan Pemred yang tua – Tua itu, agar mereka langsung menulis dan Ilmu yang terdalam yang dimiliki akan dikeluar dan menjadi amunisi meriam atau roket bagi para penulis –penulis yang lain, Salam Sehat Abangku, ujar Pemred Obor Keadilan, Obor Panjaitan, jumat 12 juni 2026. ( Jannus P/Hotman P)
Dua Kecamatan Di Jakarta Timur, Ciracas dan Cipayung Bertetangga Memiliki Moral Yang Jauh Berbeda
Jakarta - Eltrapost, Di siang menjelang sore hari cuaca di Jakarta timur terutama di wilayah Kecamatan Ciracas agak panas karena angin tidak berhembus, membuat badan kurang bergairah untuk beraktifitas. Mengingat media ini mengirim surat konfirmasi satu minggu yang lalu 4 juni 2026, berusaha untuk pergi ke kedua kecamatan ini Kamis 11/Juni/2026 untuk mengetahui apa jawaban surat tersebut.
Pertama Pemred media ini pergi ke Kantor ke Camatan Ciracas di Jl Bina Marga Ciracas, masuk ke kantor kecamatan lantai dua, disana ketemu staf Ibu – Ibu percis disamping kanan Pintu Masuk Kaca yang bagus bagaikan Pintu Masuk Istana Kerajaan, setelah ketemu disampaikan untuk mencek perjalan surat Kami yang diantar minggu lalu sambil menyerahkan surat tanda terima.
Setelah beberapa menit keluar dari ruang Sekcam seorang Ibu diduga pejabat Sekretaris Kecamatan, media berpikir mungkin Ibu ini nanti yang menemui dan menjawabnya ternyata dugaan itu meleset ternyata Ibu yang diduga pejabat Sekcam ini setelah beberapa menit keliling diberbagai lokasi staf kecamatan kembali masuk ke ruang kamar Sekcam.
Setelah beberapa menit Ibu yang diduga Sekcam itu masuk, ada seseorang lelaki tinggi besar masuk membuka pintu pakaian biasa masyarakat pakai sandal kulit mahal dan membawa bungkusan Media ini menyebut Mister X, disangka media ini bagian staf atau karyawan biasa atau teman – teman GOFOOD atau GRABFOOD yang mengantar barang pesanan staf, tapi tiba – tiba bertanya, Bapak apa keperluannya, media ini heran dan menjawab mau cek surat Bos, si Mister X ini berujar lagi udah kasikan saja ke Staf, media ini menjawab sudah Bos, surat itu sedang di cek oleh staf siapa yang mau menjawab, oh, kupikir hanya mengantar surat ternyata mau mencek surat yang telah dikirim dan kemudian Mister X ini masuk keruang staf yang menerima tanda surat media ini, yakni seorang Ibu.
Setelah berdiskusi beberapa menit dengan Ibu staf itu, Mister X ini dengan begitu percaya mendatangi Pemred media ini, surat Bapak sudah sampai ke Bendahara, nanti surat Bapak akan segera mungkin di jawab via surat, oh jawab media ini, karena Mister X ini tidak menyebut identitas dan jabatannya, menurut Pemred media ini didalam hati tidak perlu berdebat dengan Mister X ini, cukup mendengar keterangannya saja.
Ketika mau keluar dari Pintu yang bagus ini Mister X ini mengantar media ini, dan saat di pintu keluar si Mister X ini berujar, Kalau datang lagi ke kantor camat untuk keperluan surat menyurat tidak perlu naik ke lantai ini cukup temui Saya di Pintu Gerbang yang ada kantor Jaga disana, Pemred media ini heran dan menyurakan ke keheranan kenapa begitu memangnya apa di Pintu Jaga itu, Ya Saya yang menjaga di Pintu Jaga gerbang itu. Dalam batin Pemred media ini, Kalau Kapolres Metro Jakarta Timur mau bertamu ke Kantor Kecamatan Ciracas Jakarta Timur juga seharusnya nanti mengikuti SOP Mister X ini, juga anggota DPRD Prov DKI Jakarta, kalau boleh dibuat dulu acara baris berbaris biar para tamu terhormat itu makin baik mentalnya.
Di Kantor Camat Cipayung
Setelah menunggu kira – kira 5 menit, datang seorang Lelaki yang berwibawa dan dengan sopan menemui Pemred media ini dan memperkenalkan diri sebagai Wakil Camat dari Kecamatan Cipayung, beliau mengatakan, telah membaca isi surat media ini, dan mereka sedang menyusun jawaban untuk membalas surat tersebut, jadi kami harus rapat dulu untuk membalasnya sehubungan surat media Bapak ditembuskan ke BPK Perwakilan Jakarta.
Karena yang datang pejabat, Pemred media ini meminta nomor beliau dan dengan senang hati Pak Beni ini memberikannya, kemudian ditanya ke Pak Beni, maaf Pak, Saya mau Tanya sedikit, berapa bendahara disini, jawaban Pak Wakil, ada satu dan dibantu dengan staf bendahara, jadi Pemred media ini meneruskan pertanyaan untuk memperjelas, berarti di kecamatan ini hanya satu orang yang menjawab Bendahara Penerima dan Pengeluaran, Pak Beni dengan sopan membenarkan, kemudian ditanya lagi Pak Beni, bias ditunggu jawabannya sekarang maksudnya ditunggu kira – kira 2 jam, Pak Beni mengatakan Pak Camat sedang tidak dikantor, okelah kata Pemred media ini, dan menggerutu sambil tertawa, pantasan tidak laku SMK Jurusan akutansi, di Prov DKI Jakarta saja yang anggaran Belanjanya salah satu Provinsi terbesar anggarannya di ASEAN hanya memiliki satu bendahara di kecamatan, sertifikatnyapun disangsikan tidak memiliki sesuai UU Perbendaharaan Negara.
Setelah dari Kantor Camat Cipayung itu Pemred media ini pergi ke warung di luar kecamatan karena sudah haus, karena cuaca panas dan tidak dapat minuman apa – apa dari kedua kantor kecamatan itu, di warung Kopi Pemred ini menggerutu, Prov DKI Jakarta dengan Anggaran luar biasa, lulusan SMK Akutansi, diploma Akutansi dari Perguruan tinggi jadi pengangguran padahal ada UU Perbendaharaan Negara yang mengatur agar mereka di tempatkan disana dengan gaji tinggi.
Surat konfirmasi media ini kepada kedua kecamatan itu hanya sederhana, apakah bendahara penerima dan pengeluaran memiliki sertifikat yang diamanatkan di UU Perbendaharaan negara?
Ketika dikonfirmasikan via HP kepada seorang Pemred muda yang aktif menulis, dan sorotannya tajam bagaikan samurai menyoroti Pemerintahan Kota dan Kabupaten diberbagai Kota dan Kabupaten, Obor Panjaitan Pemred dari Media Online dan Koran “Obor Keadilan”, dia tertawa dan berkata, memang para Senior dilecehkan diam tidak marah tapi menulis tanpa emosi dan menarasikan dengan baik suatu kejadian tapi memiliki tujuan, dan tujuan itu seperti Drone serang dari Iran yang ditembakkan Pasukan IRGC ke Negara – Negara Teluk dan meledak dimana-mana.
Dari Narasi seperti keluhan ini Abangku, Kami para juniormu sudah paham kemana Drone ini mau ditembakkan, Badan Kepegawaian Prov DKI Jakarta Lalai, Sekda – Sekda Adm Kota Jakarta Lalai, DPRD – DPRD lalai, seluruh Camat dan Lurah Prov DKI Jakarta pasti wanti – wanti surat media dan LSM.
Jadi yang terakhir Saya Katakan, “ Hai para pejabat dan Instansi, lecehkan Pemred yang tua – Tua itu, agar mereka langsung menulis dan Ilmu yang terdalam yang dimiliki akan dikeluar dan menjadi amunisi meriam atau roket bagi para penulis –penulis yang lain, Salam Sehat Abangku, ujar Pemred Obor Keadilan, Obor Panjaitan, jumat 12 juni 2026. ( Jannus P/Hotman P)
