Senin, 15/11/2021 18:28 WIB

Rekening-Rekening Liar Bertaburan Di Perumda Pasar Jaya Provinsi DKI Jakarta

Penulis: Drs Jannus Panjaitan/ Pemred
Jakarta - Eltrapost,

Rekening—rekening liar atau rekening yang tidak masuk dicatatan Keuangan Kantor pusat  bertaburan di Perumda Pasar Jaya Provinsi DKI Jakarta, bagaikan bintang yang bertaburan dilangit saking banyaknya rekening liar itu, hal ini terlihat di Laporan Hasil Pemeriksaan BPK pada Tahun Buku 2019 dan semester I Tahun Buku 2020.

    Rekening-rekening yang bertebaran ini menyebar dari unit-unit usaha Kantor Area, Unit Usaha Pasar Besar, sampai diberbagai divisi Kantor pusat, rekening tersebut  sampai selesai pemeriksaan BPK tidak diketahui dari mana sumbernya dan kemana disalurkan.

     Rekening-rekening liar ini tersimpan di tujuh BANK, yakni, BANK DKI, BANK BRI, BANK BNI, BANK MANDIRI, BANK BCA, BANK OCBC NISP, dimana jumlah rekeningnya sebanyak 252 rekening dengan saldo   rekening untuk 31 Desember 2019 sebanyak Rp 592.034.052.113,03 ( Red; Mendekati 600 Miliar rupiah), dan saldo per 30 Juni 2020 senilai Rp 783.247.758.511,58 (Red; Sekitar 783 miliar rupiah).

    Dari berbagai rekening yang bertebaran itu ada beberapa rekening yang diberitakan dalam pemberitaan ini, yakni,  UPB Pasar Jatinegara di Jakarta Timur dengan Manager Sekarang bernama SION PURBA, SE, UPB Pasar Minggu di Jakarta Selatan , UPB Pasar Kebayoran lama di Jakarta Selatan, UPB Pasar Senen Unit III dan IV di Jakarta Pusat dan satu rekening atas nama Kas dan Bank bidang Keungang Kantor pusat.

    Rincian dari rekening-rekening diatas adalah sebagai berikut, UPB Pasar Jatinegara dan Area 8 region 2 terdapat 13 rekening di berbagai BANK dengan jumlah Saldo total pada 31 Desember 2019 sebesar Rp 4.372.893.935,99 (Red; sekitar 4,3 miliar rupiah).

    Selanjutnya untuk UPB Pasar Minggu dan area 12 region 2 terdapat rekening liar sebanyak 14 dengan saldo total  per 31 Desember 2019 sebesar Rp 1.385.750.864,13 ( Red; sekitar 1,38 miliar rupiah dan per 30 Juni 2020 sebesar Rp 1.364.470.580,02 (Red, 1,36 miliar rupiah).

    Sedangkan untuk UPB Pasar Senen dan AREA 1 Region 1, terdapat rekening liar sebanyak 10 dengan perincian saldo total sebagai berikut; saldo per 31 Desember 2019 sebesar Rp 636.600.737,34 (RED; sekitar 636 juta rupiah) dan saldo per 30 Juni 2020 sebesar Rp 817.756.344.,15 (Red; sekitar 817 juta rupiah).

    Kemudian untuk UPB Pasar Kebayoran Lama dan Area 12 Region 2 rekening liar yang ditemukan pemeriksa BPK sebanyak 14 rekening dengan peincian sebagai berikut; Saldo total dari 11 rekening itu per 31 Desember 2019 sebesar Rp 1.385.750.864,13 ( Red; sekitar 1,38 miliar rupiah), dan saldo per 30 Juni 2020 sebesar Rp 1.364.470.580,08 (Red; sekitar  1,36 miliar rupiah).

    Salah satu rekening liar yang sangat menarik  diamati media ini adalah rekening jumbo yang ada di Kantor pusat, salah satunya adalah rekening liar atas nama Kas dan Bank di bidang Keuangan Kantor Pusat Perumda Pasar Jaya yang berkantor di Cikini Jakarta Pusat. Rekening liar yang ditemukan pemeriksa BPK sebanyak 28 rekening yang bertebaran di berbagai BANK, nilai saldo total sebagai berikut, saldo per 31 Desember 2019 adalah sebesar RP 41.915.278.481,05 ( Red; sekitar 42 miliar rupiah), sedangkan saldo per 30 Juni 2020 sebesar Rp 222.198.712.559,66 (Red; sekitar dua ratus dua puluh enam miliar rupiah lebih).

Tanggapan Masyarakat

    Rekening-rekening liar yang ditemukan BPK di berbagai unit usaha Perumda Pasar Jaya menjadi berita yang menarik dikalangan masyarakat terutama dikalangan Pemimpin-Pemimpin redaksi media-media usaha kecil, dan mereka mengatakan, Enak Banget Para Menager-Menager Pasar sampai Direktur Perumda Pasar Jaya mendapat duit dengan mudah, dari datusan juta rupiah sampai miliaran rupiah tanpa ada proses hukum dari Gubernur dan juga Penegak Hukum yang ada di Provinsi DKI Jakarta, Enak Banget Bah, memangnya Republik ini milik Nenek moyang mereka, ya? Ujar mereka kesal setelah melihat daftar rekening-rekening liar itu.

    Para pemimpin-pemimpin media ini juga   sepakat akan menindaklanjuti kasus ini ke DPRD Prov DKI Jakarta sampai ke penegak hukum agar kasus ini transparan di masyarakat, mereka adalah Obor Panjaitan, Pemimpin Redaksi Obor media online Obor Keadilan dan Ketua IPAR (Ikatan Pers Anti Rasuah),  Amos Situmorang Redaktur Eksekutip  Harian Umum KOMPAS Rakyat, dan Renti Pane salah satu Pemimpin Senior  di Media Warta SIdik. (Jannus P)