Rabu, 04/02/2026 18:49 WIB
Penulis: Tim Red Eltrapost, Drs Jannus Panjaitan, Pemred
Sentul - Bogor - Eltrapost,
Prabowo Minta Eks Bos BUMN Bertanggung Jawab: Siap-siap Dipanggil Kejaksaan
Sentul - Bogor - Eltrapost, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan banyak pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak efisien dan merugikan negara sejak dahulu. Dia bilang saat ini pemerintahannya membentuk BPI Danantara sebagai pengelola utama kekayaan negara dalam bentuk BUMN.
Mulanya Prabowo mengungkapkan negara telah mengumpulkan semua pengelolaan manajemen dalam satu pengelola senilai US$ 1 triliun.
"Saya sudah menghimpun semua kekuatan milik negara dalam 1 manajemen dalam satu pengelolaan yang nilainya US$ 1 triliun. Lengkapnya US$ 1.040 miliar asset under management," kata Prabowo di Rakornas Kepala Daerah 2026 di SICC Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menyebut sebelumnya pengelolaan BUMN terbagi ke masing-masing perusahaan. Oleh karena itu, dibentuk Danantara untuk mengelola BUMN.
Dia menekankan bagi pemimpin-pemimpin BUMN yang ketahuan melakukan akal-akalan akan disikat. Dia menyindir kalau tidak mau tanggung jawab maka akan dipanggil Kejaksaan Agung.
"Saya katakan pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab jangan enak-enak aja kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan," ujar Prabowo.
Dia menekankan peringatannya ini bukan cuma omong-omong kosong belaka. Prabowo menekankan dirinya tidak takut pada siapapun kecuali rakyat Indonesia dan juga Tuhan Yang Maha Besar.
Mulanya Prabowo mengungkapkan negara telah mengumpulkan semua pengelolaan manajemen dalam satu pengelola senilai US$ 1 triliun.
"Saya sudah menghimpun semua kekuatan milik negara dalam 1 manajemen dalam satu pengelolaan yang nilainya US$ 1 triliun. Lengkapnya US$ 1.040 miliar asset under management," kata Prabowo di Rakornas Kepala Daerah 2026 di SICC Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menyebut sebelumnya pengelolaan BUMN terbagi ke masing-masing perusahaan. Oleh karena itu, dibentuk Danantara untuk mengelola BUMN.
"Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan. Bayangkan nggak? Siapa yang bisa manage 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan," tegas Prabowo.
Dia menekankan bagi pemimpin-pemimpin BUMN yang ketahuan melakukan akal-akalan akan disikat. Dia menyindir kalau tidak mau tanggung jawab maka akan dipanggil Kejaksaan Agung.
"Saya katakan pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab jangan enak-enak aja kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan," ujar Prabowo.
Dia menekankan peringatannya ini bukan cuma omong-omong kosong belaka. Prabowo menekankan dirinya tidak takut pada siapapun kecuali rakyat Indonesia dan juga Tuhan Yang Maha Besar.
